Jumat, 25 Maret 2011

Perilaku Saleh Dalam Keluarga


Perilaku Saleh Dalam Keluarga




Perilaku (amal ) shaleh menurut; Quraish Shihab ,tafsir Al Quran al Karim (bandng,pustka hidayah ,1997 ) kata Shalih diartikan sebagai “bermanfaat dan sesuai’Maka amal shalih dapat diartikan aktivitas yang apabila dilakukan ,maka suatu kerusakan akan terhenti atau menjadi tiada atau dapat juga diartikan sebagai aktivitas yang dengan melakukannya diperoleh manfaat dan kesesuaian.”.

Sedangkan perilaku saleh dalam keluarga maka kehadiran suami /istri bagi pasangannya semestinya dapat menghindarkan dari penderitaaan dan justru kehadirannya dirindukan karena dapat “menguatkan “ eksistensi pribadi. Namun benarkah anda merindukan pasangan dikarenakan anda memang “membutuhkan “nya.Kenyataan justru menunjukkan bahwa tingginya angka perceraian,KDRT ,konflik Rumah tangga ,selingkuh dikeranakan kehadiran pasangan tidak dikehendaki (unwanted person)..Bagaimana menjadi pasangan yang salih /saliha …?

Pertama : Challenge requires you to define husband and wife as best friends as well as best lovers.

‘Jika anda bisa sangat sayang dan menghargai pada sebuah persahabatan,maka pastikan dia adalah istri/suami anda “. Kank Hari.


Dalam persahabatan seseorang ,bisa lebih mengutamakan menjaga perasaan sahabatnya dibanding berdebat menggunakan ‘bahasa ‘logika .Sekalipun keduanya
memiliki argument yang kuat. Karena prinsipnya menyampaikan dengan cara yang lebih baik lebih penting daripada berkonflik tentang kebenaran .Di karenakan memliki unsure subjektif (benar menurut siapa).


Maka jika anda sedang “konflik’ dengan pasangan utamakan berkata dengan cara yang lebih baik dari pada memperdebatkan siapa yang salah dan benar. Termasuk hindarkan perilaku sisnis ,mengkritik pedas ,menghina dan berupya menyinggung perasaan.Ingat “banyak pertengkaran besar bukan lantaran persoalannya yang besar ,namun dikarenakan besarnya ketertekanan batin lantaran perbuatan pasangannya”

Jika seseorang merasa diperlakukan baik oleh orang lain maka persepsinya mengatakan anda orang baik.maka perlakukan pasangan anda dengan baik agar dia merasa dan yakin bahwa anda memang orang yang membela kepentingan terbaiknya.



Kedua ,The Challenge to expect the un expected which comes with being alive .

Harapan besar agar pasangan dapat menyesuaiakan diri menurut harapan dan keinginan anda. Bisa membuat anda menjadi sangat kecewa akibat tidak demikian kenyataannya.Sehingga tidak jarang perilaku kecewa bisa berwujud kebencian,dendam ,ingin menguasai pasangan dan berujung konflik berkepanjangan. Padahal tidak enaknya dendam kepada pasangan didalam satu rumah.Karena itu “kuasailah ego ingin menguasai “disebabkan anda tidak dapat menguasai agar berubah menurut apa yang anda inginkan.

Jangan terpancing oleh kesalahan/kekurangannya dikarenakan kehadiran anda sebagai peyeimbang dari keuinikannya itu. Demikian juga sebaliknya..!.Bantu pasangan anda disaat memang ia membutuhkannya. Contoh jika suami senantiasa lupa meletakan kunci ,segera ingatkan atau berikan tempat gantungan kunci yang selalu dapat diingatnya Atau .Secangkir teh hangat yang dibuat dengan “hati” lebih baik baginya daripada memaksa pasangan untuk mengingat hari ulang tahun anda,


Jika anda mengaku dan berdoa agar dijadikan sebagai orang yang salih/salihah,sudahkah anda mulai kepada pasangan anda..?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar