Laman

Jumat, 24 Februari 2012

Ibu adalah Aset Kesejahteraan Keluarga,Mom is Wealth Capital


“ Dan Allah berfirman . wahai Adam ,diamlah  di surga ini. Makanlah makanan makanan yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai . akan tetapi ,janganlah kalian dekati pohon ini,yang menyebabkan kalian termasuk orang yang lalim . Qs Al Baqarah 35.




Seorang ibu dalam keluarga  adalah asset bagi kesejahteraan  keluarga itu.Lantaran keberadaan ibu bisa menjadi sumber semangat  dan kegairahan hidup bagi bapak dan anak anaknya.Meskipun saat ini semua bisa serba instan dan serba  canggih keberadaan ibu bukan hanya sebagai insight source melainkan juga spiritual source bagi anggota keluarganya.dengan kelembutan dan kasih sayang seorang ibu ,Thomas Alfa Edison bisa menjadi tokoh dunia dan masih banyak contoh contoh lain . meskipun sebagai manusia juga memiliki keterbatasan namun pihak keluargalah yang semestinya bisa memahaminya.



Seorang ibu adalah penuntun jalan kebenaran bagi anak dan suaminya,dalam hal ini bisa kita lihat personality  ibu bersangkutan dan cara pendekatan nya.Tingkat “personality”Ibu menentukan cara pendekatan komunikasi kepada keluarga bersangkutan.Karena pada dasarnya perilaku adalah cerminan “personality “nya. Maka anda sebagai wanita baik menjadi ibu atau belum maka anda harus sanggup menerima keterbatasan diri,selanjutnya fokus pada potensi  pengembangan diri. Sebagai upaya yang menumbuh kembangkan keesejahteraan dan kebahagiaan keluarga.

Istiqomah

Memiliki keluarga yang damai tanpa maslah adalah dambaan setiap wanita.Tetapi sering kali yang terjadi adalah sebaliknya semua harapannya berubah menjadi konflik yang membuatnya bahkan menderita seumur hidup.jIka itu terjadi kepada anda jangan cuma mengeluh,carilah cara penyelesaiannya. Memendam ketidak bahagiaan  sepanjang masa hanya akan merusak  kesehatan pikiran,perasaan   dan menjatuhkan harga diri.

Jika berbicara konflik banyak sekali persoalan yang bisa memicu terjadinya konflik keluarga mulai dari sekedar perbedaan persepsi ,moral,wawasan, perilaku pengetahuan,ketrampilan kesehatan ,semangat sampai beberapa hal sepele bisa menjadi persoalan.maka yang anda butuhkan anda sedang berkonflik disebabkan oleh persoalan prinsip atau sekedar perbedaan selera.Istiqomah pada keterbukaan adalah menunjukan bahwa anda konsisten menunjukan sikap fairness ,objective,transparance,accountability dan emphaty . Sikap ini akan membuat keluarga dapat menyampiakan kebutuhan,keinginan dan kecemasannya tanpa merasa  menimbulkan konflik dengan anda. Dikarena setiap oaring merasa nyaman berrelasi dengan sosok yang bisa mendatangkan ketentrman dan trust baginya. Termasuk
keluarga sendiri.

  
Istiqomah pada keterbukaan adalah bangunan yang paling kokoh yang harus diteladankan dan dijadikan value system dalam keluarga anda.

Kesempatan Bersalah

Sekalipun naluri seorang ibu adalah melindungi dan tidak ingin anggota keluarganya mengalami kesulitan. Namun memegang prinsip untuk selalu berjalan lurus tanpa melakukan kesalahaan hanya akan mendatangkan frustrasi dan stress karena kesalahan adalah kunci dari pembelajaran. Dengan kesalahan anak akan belajar bertanggung jawab dan membperbaiki mutu kehidupannya . Dan sesungguhnya manusia tempatnya salah.Selama kesalahan itu bukan bermaksud melanggar aturan dan sengaja berbuat criminal.
Memberikan banyak kesempatan dan pengelaman kepada anak utamanya membuat meraka kaya akan ketrampilan ,baik yang bersifat teknis maupun kognitif.

 Demikian juga anda sebagai wanita ,keberanian mencoba belajar sesuatu tanpa takut salah akan memperkaya skill yang anda miliki.Mulailah dari stu kegiatan  yang paling anda sukai ,misalnya mencoba membuat kue dari resep di majalah ,berani mencoba walau gagal berkali kali akan memberikan pengalaman nyata bagi anda untuk mengusai ketrampilan baru yang anda miliki. Daripada mengikuti berbagai kegiatan yang hanya buang buang waktu dan menghambur hamburkan uang,walau alasannya sering untuk intelegensia social tapi kalau frekuensi terlalu tinggi bisa jadi cerminan kecemasan psikologisnya.

Keluarga ,keluarga ,keluarga

Banyak penelitian ynag mengidentifikasi bahwa keluarga adalah hal yang peling penting bagi wanita/ibu,mereka membeli kebutuhan untuk kepentingan keluaraga terlebih dulu sebelum untuk kepentingan diri sendiri. Dimana ibu berada selalu berpikir ,kesehatan fisik  keluarga ,kecerdasan anak,masa depan keluarga dan anak anaknya,serta ketulusan dalam melayani kepetingan kepentingan itu. Tak terbersit rasa lelah saat harus mengalokasikan waktu untuk kepentingan keluarga baik sebagai ibu rumah tangga maupun sebagai wanita karir.

 Belajar, belajar,belajar


Agar supaya wanita dapat memberikan kesejahteraan bagi keluarganya,anda harus giat mencari pengetahuan dalam bentuk literature maupun dari berbagai media termasuk ICT.Tujuannya agar anda memiliki wawasan dan sikap wisdom namun juga memberikan added value bagi keluarga berdasarkan pengetahuan.Sebagai ibu yang berwawasan akan lebih muda mencetak anak anak sebagai generasi yang berwawasan serta berakhlak mulia.Menumbuhkan budaya pembelajar didalam keluarga harus dimulai dari kepala keluarga bisa saja dari suami,namun jika suami mengalami banyak alasan maka tugas ibulah /istrilah yang mengambil peran.Agar anak anak memiliki emotional attachment terutama tentang pelaksanaan value keluarga maka “leader as role model”.

Intellectual capital harus menjadi misi bagi wanita  untuk terus mengembangkan aspek kecerdasan fisik,kecerdasan emosi,kecerdsan intelegensia/konitif serta kecerdasan spiritualnya.Budaya pembelajar tercermin daru cara berkomunikasi,cara berperilaku,cara bersikap dan cara berpikir yang anda miliki menjadi inspiration source bagi  seluruh aggota keluarga. Sehingga seluruh anggota keluraga memiliki karakter berpikir terbuka,kreatif ,kritis,saling menghargai,jujur dan menjalankan ajaran agama dengan taat.


Seorang  wanita tidak boleh berhenti belajar guna meningktkan kulitas  kesejahteraan dan peradaban bangsa. di masa depan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar