Tegaknya suatu bangsa tergantung bagaimana para perempuannya, maka perempuan harus lebih cerdas dan bijak dalam membentuk karakter anak bangsa.
Selasa, 07 Juli 2015
Mengendalikan Hasrat Mengkritik Suami
Minggu, 28 Juni 2015
3 Cara Menghadapi Suami Suka Menuntut dan Menang Sendiri
“Sejak awal hubungan saya sudah tahu , suami
memang suka memaksakan kehendak agar saya selalu menuruti semua seperti kemauannya dan yang lebih parah jika
ada kesalahan dia enggan mengakui dan malah menyalahkan saya, saya sih harus
sabar sampai kapan..,pernikahan kami lebih dari 10 tahun..?”.
“Barangsiapa
diantara kalian mampu untuk berbuat hal yang bermanfaat bagi saudaranya maka
hendaklah ia mengerjakannya” (HR Muslim )
Sabtu, 27 Juni 2015
Mengatasi Kesulitan Mencari Jodoh, Karena Pribadi Kelewat Ambisius
“ Saya sadari bahwa terlalu ambisius, banyak beban hidup saya , saya terobessi ingin
memiliki semua yang belum saya miliki, sehingga banyak laki laki mudur teratur,
lantas apa yang harus saya lakukan ”.
“Allahuma inni
as’aluka minal khairi kulaha a’jilihi waajilihi, ma alimta minhu wama ‘alamu..”
“ Ya Allah ,
Aku memohon kepada Mu seluruh kebaikan yang segera atau tertunda, baik yang keuketahui
maupun tidak aku ketahui”. (As –Silisilah
as Shahiha )
Sabtu, 23 Mei 2015
Kemandirian Ekonomi Bukan Alasan Untuk Tak Menghargai Suami
“Dalam prinsipnya jangan sampai jabatan dikantor yang mencetaknya sebagai sosok yang mandiri berdampak buruk pada relasi harmonis dengan suami”.
Nama penggilannya adalah ibu Aina, sebagai sebagai manajer pemasaran dari sebuah perusahaan jasa perjalanan beliau selalu mencoba untuk berfokus pada tercapainya visi perusahaan yakni memberikan situasi dan kondisi lingkungan kerja yang kondusif untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen. Beliaupun berusaha untuk lebih dekat kepada seluruh jajaran staffnya. Melalui personal approach dan keteladanan Ibu Aina meyakini seluruh staff nya dapat bekerja secara optimal dengan ketulusan.
Jumat, 01 Mei 2015
Perempuan Cerdas Abad 21 Penghuni Syurga (1)
“Jadilah bumi niscaya mereka akan
jadi langit yang bakal menaungimu dan mengirim hujan sebagai keberkahan dari
rezekimu..” Kank Hari Santoso
“Sangat menakjubkan Bunda Shaleha (bukan Nama sebenarnya)
sekalipun kesibukannya luar biasa masih saja menyempatkan diri untuk menelpon
suaminya ,menanyakan apakah sudah makan siang dan sholat,padahal perkawinan sudah
lebih dari 25 tahun ”. Demikian kata
sekretarisnya .
Bunda Shaleha ,adalah seorang
direktur sebuah perusahaan multinasional yang juga mengelola beragam yayasan
serta menjadi dosen di beberapa Universitas. Setiap ownernya membuka antor
cabang baru ia selalu dilibatkan dalam pengelolaan untuk merancang sebuah
sistem koorporasi yang akan dijalankan.
Kamis, 09 April 2015
Kiat Mempertahankan Cinta Suami
Berbagai cara dilakukan para
istri agar suami tidak pindah kelain hati apalagi pindah kelain body. Mulai
dari perawatan tubuh,peningkatan wawasan,pengembangan kepribadian,sampai
pelayanan handal. Namun jika para istri
mengharapkan kesetiaan cinta secara total dari suami, dapat dipastikan akan
menuai kekecewaan lantaran suami tidak dapat memberikan jaminan cintanya.
Relasi yang harmonis berdasarkan
cinta dikarenakan perasaan nyaman didekat orang yang dicintainya dan kesetiaan
adalah wujud dari komitmen pribadi atas cinta. Oleh karena itu mendapatkan cinta suami adalah dengan
mendatangkan kenyamanan kepada dirinya.
Rabu, 08 April 2015
Menghadapi Suami Sok Kuasa (Superior)
Pada dasarnya jarang suami yang mau mengakui kalah dengan
istrinya sehingga dalam mekanisme mempertahankan diri mereka cenderung
memaksakan ego superioritasnya. Namun patut anda fahami bahwa harapan suami
untuk menjadi yang unggul, sebenarnya amat bergantung pada dukungan dan peranan
istri. Berikut kiat agar anda tidak
hanya menjadi survivor,karena
superioritas suami ;
- Setinggi apapun pangkat dan jabatan anda,suami terdidik dan dibentuk oleh pola asuh sebagai kepala rumah tangga, tujukkan bahwa anda senantiasa dalam barisan jamaahnya selama dalam batas prinsip prinsip kebenaran menurut ajaran agama yang anda yakini dan akal sehat. Dengan demikian para suami tidak harus “meyakinkan” anda dengan superioritasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)

